Rabu, 28 Mei 2014

MAKALAH Belajar Motorik




DAFTAR ISI


1.      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan masalah
1.3  Tujuan Penulisan
2.      PEMBAHASAN
2.1  perkembangan kemampuan gerak dasar
2.2  perkembangan fase gerak
2.3  perkembangan keterampilan gerak
3.      PENUTUP
4.      DAFTAR RUJUKAN           














I.                   PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Anak-anak mendapat tempat istimewa dalam masyarakat karena mereka yang akan menjadi generasi penerus. Untuk hal itu maka perkembangan anak juga harus mendapat perhatian yang khusus demi masa depan yang baik, dalam hal sekecil apapun kita melakukan atau mengajarkan proses belajar yang salah maka stimulus respon mereka juga akan negatif .“Belajar merupakan perubahan perilaku atau perubahan kecakapan yang mampu bertahan dalam waktu tertentu dan bukan berasal dari proses pertumbuhan (Gagne,1989)”. Dan proses belajar anak dapat mereka lakukan di mana saja (sumber belajar).
Dan banyak sekali pada kondisi saat ini keluarga,lingkungan itu tidak memahami proses pertumbuhan anak. Banyak anak yang ditekan dan ditarik kedalam proses yang belum seharusnya mereka lakukan (demi kepuasan orang tua). Contoh: anak usia sekitar 5-8 tahun yang seharusnya masih banyak bergerak tapi mereka di hadapkan pada jadwal bimbel. Memang hal itu ada dampak positifnya demi perkembangan kognitifnya. Tapi dampak pada yang akan datang, anak itu akan mulai bosan dengan materi belajar disekolah dan keterampilan geraknya tidak dapat maksimal atau otomatisasi gerak anak tidak dapat berkembang . Padahal manusia mempunyai gerak dasar yaitu:Lokomotor,Nonlokomotor,Manipulasi. Jika anak tidak melakukan belajar atau tidak mengasah gerak dasar ini, apa yang akan terjadi?tetap saja anak tidak akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal.
Demi memaksimalkan anak dalam belajar motoriknya,” Belajar motorik sebagai peningkatan dalam suatu keahlian keterampilan motorik yang disebabkan oleh kondisi-kondisi latihan atau diperoleh dari pengalaman,dan bukan karena proses kematangan atau motivasi temporer dan fluktuasi fisiologis” (Rahantoknam,1988). Karena proses ini sangat mendasar maka perlu di lakukannya suatu hal yang dapat meningkatkan belajar motorik hingga ketempilan gerak anak dapat berkembang.
Untuk meningkatkan belajar motorik anak juga perlu didasari dengan teori yang ada dan sebuah penelitian langsung terhadap proses belajar motorik anak. Untuk mengetahui hasilnya dengan valid.



1.2    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan kemampuan gerak dasar?
2.      Bagaimana perkembanganfasegerak?
3.      Bagaimana perkembanganketerampilan gerak?


1.3    Tujuan Penulisan
1.      Dapat memahami bagaimana cara menigkatkan proses pembelajaran gerak anak
2.      Dapat memahami bagaimana cara menigkatkan kemampuan gerak dasar anak
3.      Dapat memahami bagaimana cara mrningkatkan pembelajaran keterampilan gerak anak.




















2.      PEMBAHASAN
2.1  Perkembangan kemampuan gerak dasar.

Gerak dasar fundamental mulai dapat dilakukan oleh seseorang sebagian pada masa bayi dan sebagian pada masa kanak-kanak.
Terdapat tiga gerakdasar utama yang melekat pada setiap individu yaitu: a) gerak lokomotor,b)gerak nonlokomotor,c) gerak manipulatif.

Penelitian gerak dasar anak
a.       Gerak lokomotor
Anak umur 8 bulan dia melihat suatu benda yang menarik perhatiannya tapi tidak terjangkau oleh tangannya, dia akan mulai menggerakkan tubuhnya atau mengtengkurapkan badannya dan berusa menggapainya dengan cara kakinya mencari tumpuan agar badannya dapat maju dan menggapai benda tersebut atau dia dapat merangkak maju (jika sudah merangkak). Penelitiannya memberikan sebuah objek/ bentak yang berwarnacerah yang dapat menarik perhatiannya untuk melihat bagaimana dia merespon dan melakukan gerakan untuk bisa menggapainya.
Tapi jika anak berusia 2 tahun akan terlihat gerak lokomotornya ketika dia berjalan dan menemui sebuah lubang dia akan meloncatinya. Penelitiannya anak disuruh atau memberi permainan untuk meloncati bentuk petak-petak yang sudah dibuat, dan ada lagi anak disuruh loncati garis yang sudah dibuat. Maka dari situlah akan terlihat gerak lokomotor anak
b.      Gerak nonlokomotor
Bayi yang baru lahir juga pasti akan bisa menekuk tangannya ketika tangannya mencoba untuk bergerak mengusap wajahnya. Dan hari ke hari berikutnya bayi juga akan menekukkan kakinya untuk gerakan menendang pada dia mandi,menangis,dan tidur
c.       Gerak manipulasi
   Untuk gerakan yang terakhir ini adalaha yang istimewa karena gerak manipulasi yang memadukan gerak lokomotor dan gerak manipulasi, contoh: seorang anak yang sedang mendrible bola basket.Dia akan memerlukan koordinasi mata tangan atau bagian tubuh yang lain.
Pada anak usia 2-4 tahun diberi bola basket kemudia mereka akan penasaran dengan bola tersebut karena disaat bola di jatuhkan kebawah bola tersebut akan kembali lagi keatas, maka anak akan memantul-mantulkan bola secara terus menerus dan bisasaja anak berlari sambil memantul-mantulkan bola basket tersebut.

Peningkatan gerak
Meskipun gerak fundamental itu sudah ada atau bawaan sejak lahir tapi juga perlu adanya latihan atau peningkatan gerak tersebut, jika anak mulai terbiasa melakukan gerak dasar mereka. Jadi anak tidak akan sulit melakukan atau memperaktekkan gerak untuk berolahraga. Gerak fundamental ini dapat dilatih dan ditingkatkan kepada anak melalui pola permainan yang masi berteori tentang gerak dasar anak,contoh: merangkak,berjalan,menekuk kaki,menggiring bola. dengan variasi permainan dan berprinsip pada contoh gerak manusia itu juga dapat meningkatkan gerak fundamental anak.

2.2  Perkembangan fase belajar gerak

Robb (1972), membagi tahap belajar motorik dalam beberapa tahap yaitu:
1)      Tahap pembentukan rencana
2)      Tahap latihan
3)      Tahap pelaksanaan.
Schmidt,(1988) mengutip pendapat Fitts dan Posner yang menyatakan bahwa belajar keterampilan motorik berlangsung mmelalui beberapa fase,yaitu
1)    Fase kognitif
2)    Fase fiksasi (asosiasi)
3)    Fase otomatisasi.
Merril (1976) menggambarkan bahwa belajar motorik terdiri dari tahap penguasaan,penghalusan dan penstabilan motorik atau keterampilan teknik olahraga.
    
·         Proses Kognitif
                        Skema Menurut Piaget (1954), saat bayi atau anak mencoba untuk membangun pemahaman tentang dunia,otak yang sedang berkembang menciptakan skema tersebut. Hal ini adalah tindakan atau reperentasi mental yang mengorganisasi pengetahuan. Dalam teori Piaget,skema perilaku (aktivitas fisik) membedakan masa bayi dan perkembangan skema mental (aktivitas kognitif) pada masa kanak-kanak (Lamb,Bornstein,&Teti,2002). Sebuah skema bayi terstruktur oleh tindakan-tindakan sederhana yang dapat dilakukan terhadap sebuah obyek,seperti mengisap,melihat,dan menggenggam. Anak-anak yang lebih tua memiliki skema yang meliputi strategi dan rencana untuk memecahkan masalah. Pada saat ini, kita telah mencapai masa dewasa,kita telah membangun sejumlah besar skema yang beragam mulai dari mengetahui bagaimana mengendarai mobil hingga menyeimbangkan anggaran hingga memahami konsep keadilan.
·         Asimilasi dan Akomodasi
   Untuk menjelaskan bagaimana anak-anak menggunakan dan mengadaptasikan skema mereka,Piaget menawarkan dua konsep, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika anak-anak menggunakan skema mereka yang sudah ada untuk berurusan dengan informasi atau pengalaman. Akomodasi terjadi ketika anak-anak menyesuaikan diri dengan skema mereka untuk mempertimbangkan informasidan pengalaman baru.
     Pikirkan tentang seorang anak usia (1-3tahun) yang telah mempelajari kata mobil untuk mengidentifikasi mobil keluarga.tersebut mungkin menyebut semua kendaraan yang bergerak di jalan sebagai “mobil”,termasuk sepeda motor dan truk, anak itu telah mengasimilasi objek-objek tersebut ke dalam skemanya yang telah ada. Akan tetapi, anak tersebut segera belajar bahwa motor dan truk bukanlah mobil dam menyelaraskan kategori untuk mengecualikan sepeda motor dan truk,sehingga mengakomodasikan skema tersebut.
                        Asimilasi dan Akomodasi berfungsi bahkan pada bayi yang sangat muda. Bayi yang baru lahir secara refleks mengisap semua hal yang menyentuh bibir mereka, mengasimilasikan segala macam objek kedalam skema mengisap mereka. Dengan mengisap objek yang berbeda, mereka belajar tentang selera,tekstur,bentuk dan sebagainya. Namun demikian,setelah pengalaman beberapa bulan, mereka membangun pemahaman mereka tentang dunia secara berbeda. Beberapa objek, seperti jari dan payudara ibu dapat diisap dan objek lainnya seperti selimut bulu tidak boleh diisap. Dengan kata lain, mereka megakomodasi skema megisap mereka merupakan bagian intergral dan perkembangan. Seorang anak laki-laki yang hanya memiliki gagasan yang samar tentang bagaimana menggunakan palu juga mungkin memiliki gagasan yang samar mengenai bagaimana menggunakan alat-alat lain. Setelah mempelajari dengan penggunaan-penggunaan tersebut,mengorganisasi pengetahuannya.
Menurut Piaget, anak-anak terus menerus megasimilasi dan mengakomodasi saat mereka mencari  ekuilibrium. ada gerakan yang cukup besar antara keadaan-keadaan  ekuilibrium dan disekuilibrium kognitif sebagai asimilasi dan akomodasi yang bekerja sama untuk menghasilkan perubahan kognitif. Ekuilibrium adalah nama yang diberikan Piaget pada mekanisme ini, ketika anak bergerak ketahap berikutnya.
·         Tahap Sensorik-motorik
Tahap sensorik-motorik berlangsung sejak lahir hingga sekitar usia 2tahun. Pada tahap ini, bayi mengembangkan pemahaman tentang dunia dengan mengoordinasikan pengalaman sensoris (seperti melihan dan mendengar) dengan tindakan-tindakan motorik fisik-sehingga diistilahkan “sensoris-motorik”. Pada awal tahap ini, bayi yang baru lahir memiliki lebih sedikit refleks yang bekerja. Pada akhir tahap sensoris-motorik,anak berusia 2 tahun dapat menghasilkan pola yang kompleks dan menggunakan simbol-simbol primitif. Kami meringkas deskripsi Piaget mengenai bagaimana bayi berkembang :


No
Subtahap
Usia
Deskripsi
Contoh
1.
Refleks sederhana
Lahir-1 bulan
Koordinasi sensasi dan tindakan melalui perilaku reflektif
Refleks rooting (memalingkan muka bila pipinya disentuh),mengisap,dan menggenggam; bayi yang baru lahir secara reflek akan mengisap ketika bibirnya disentuh
2.
Kebiasaan pertama dan reaksi sirkular primer
1-4 bulan
Koordinasi sensasi dan dua jenis skema: kebiasaan (refleks)dan reaksi sirkular primer (reproduksi dari sebuah peristiwa yang awalnya terjadi secara kebetulan). Fokus utamanya masih pada tubuh bayi
Mengulang sensai tubuh dari pengalaman pertama yang dialami secara kebetulan (misalnya mengisap ibu jari);kemudian bayi mungkin mengakomodasikan tindakan-tindakan dengan mengisap jempol mereka secara berbeda dari yang mereka isap dari puting susu.
3.
Reaksi sirkular sekunder
4-8 bulan
Bayi menjadi lebih berorientasi pada objek, bergerak di luar kesibukandengan diri sendiri; mengulangi tindakan yang membawa hasil yang menarik atau menyenangkan.
Bayi berbisik untuk membuat seseorang tetap dekat,saat orang-orang beranjak pergi,bayi bebisik lagi.
4.
Koordinasi reaksi sirkular sekunder
8-12 bulan
Koordinasi penglihatan dan sentuhan koordinasi tangan-mata;koordinasi skema dab intensional.
Bayi memanipulasi sebuah tongkat untuk menarik sebuah mainan yang menarik yang berda dalam jangkauan.
5.
Reaksi sirkular tersier kebaruan,dan rasa ingin tahu
12-16 bulan
Bayi menjadi tertarik oleh banyak sifat-sifat objek dan berbagai cara mereka yang dapat membuat sesuatu terjadi pada objek tersebut; mereka bereksperimen dengan perilaku baru.
Sebuah blok dapat dibuat jatuh,berputar,membentur objek lagi,dan meluncur di tanah
6.
Internalisasi skema
18-24 bulan
Bayi mengembangkan kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol primitif dan bentuk representasi mental yang bertahan lama.
Bayi yang tidak pernah menunjukkan perilaku marah sebelum ia melihat seorang teman bermain mengamuk;bayi tersebut menyimpan memori kejadian itu,kemudian membuang sendiri satu memori pada hari berikut

Penelitian mengenai Perkembangan Anak
Ø  Contoh penelitian Piaget
Permensasai objek adalah salah satu hal yang menonjol dalam pencapaian kognitif pada masa bayi. Contoh : bayi laki-laki usia 5 bulan di dudukkan dan di hadapkan pada sebuah boneka monyet yang di taruh di atas meja tepat berada di depannya. Bayi terssebut melihat pada mainan monyet (kiri), tetapi ketika pandangannya ke mainan itu di halangi (kanan), ia tidak mencari. Beberapa bulan kemudian, ia akan mencari mainan monyet tersembunyi tersebut, mencerminkan adanya permanensi objek (untuk perkembangan kognitif).
      
Ø  Anak belajar bermain bulutangkis
Kognisi                     Fiksasi                     Otamatisasi
a.       kognisi
Untuk tahap awal mereka hanya melihat pertandingan bulutangkis secara langsung atau mereka hanya menonton pertandingan lewat televisi dari situlah anak juga dapat termotivasi dengan permainan bulutangkis. Pada tahap ini anak akan berusaha memahami bentuk-bentuk gerakan yang dipelajarinya, keterampilan intelektual banyak dilibatkan pada tahap ini. Anak mulai mencoba-coba melakukan tugas motorik, dan anak yang bersangkutan dihadapkan dengan tugas yakni apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan teknik permainan bulutangkis. Pada tahap ini anak harus memahami apa yang diperlukan oleh keterampilan atau teknik dasar bulutangkis,seperti:servis,pukulan bachand,pukulan loop dll. Anak yang memperoleh konsep verbal yang cukup dan dapat mencerna teknik dasar bulutangkis tersebut sampai taraf tertentu pada fase ini.
b.      Fiksasi
Tahap kedua yang berlangsung setelah tahap pertama selesai. Dari tahap ini anak mulai memusat perhatiannya untuk melakukan pola motorik atau latihan melakukan teknik dasar bulutangkis yang baik (benar),seperti melakukan ;servis,pukulan loop,pukulan backhan,smash dll. Pada tahap ini gerakan yang dilakukan anak tidak lagi untung-untungan,tetapi makin konsisten. Gerakan anak makin terpola.
c.       Otomatisasi
Tahap ini adalah tahap yang paling akhir dari belajar motorik. Pada fase ini anak mampu melakukan seluruh rencana palaksanaan secara otomatisasi atau tanpa disadari sama sekali. Dan hal ini pasti akan terlihat ketika anak melakukan pertandingan bulutangkis dia akan secara otomatisasi bergerak sesuai teknik dalam melakukan servis,pukulan smash dll.

2.3  Perkembangan keterampilan motorik

keterampilan motorik dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang. Pada bagian ini akan dikaji klasifikasi keterampilan motorik berdasarkan kecermatan gerak,awal dan berakhirnya suatu kegiatan,stabilitas lingkungan,gerak obyek dan lingkungan,dan keterasingan terhadap suatu keterampilan.
1.      Klasifikasi berdasarkan kecermatan gerak
a). keterampilan motorik kasar
            Dalam keterampilan motorik kasar ini anaksering menggunakannya dalam kegiatan sehari hari berjalan,berlari,memukul dan sebagainya. Keterampilan motorik kasar ini sangat berkaitan dengan otot-otot besar yang ada pada dalam tubuh manusia. Dan hampir untuk keterampilan olahraga itu saat berdominan memakai otot-otot besar tapi juga masih ada keterampilan motorik halusnya untuk penyesuaian diri. Maka sebab itu olahraga sebagai kelompok keterampilan motorik kasar.
b). Keterampilan motorik halus          
Keterampilan gerak halus lebih menunjukkan kepada kualitas gerak yang lembut. Kunci keberhasilan keterampilan motorik halus ini salah satunya ditentukan oleh koordinasi Ineuromusculer, anak akan menggunakan keterampilan motorik halus ini ketika :menulis,menggambar dll. Semua gerak yang melibatkan otot-otot kecil/halus.

2.      Klasifikasi Berdasarkan titik awal dan akhir gerak
a). keterampilan motorik diskrit
            Sebagai perkembangan keterampilan motorik diskrit akan terlihat dalam renang yaitu pada saat melakukan loncat indah,dan ada juga pada gerakan senam lantai mengguling kedepan sekali. Karena gerakan ini di lakukan sangat cepat dan perlu dukungan kemampuan kognitif.
b). Keterampilan motorik serial
            keterampilan motorik serial merupakan gabungan dari beberapa keterampilan motorik terputusyang dilakukan secara berulang-ulang. Poulton (1966) dan travers (1977), berdasarkan penelitiannya menyimpulkan,penampilan akan menjadi efektif apabila situasi yang diantisipasi dan penyesuaian diri dipersiapkan(dalam singer,1980). Contoh keterampilan motorik berangkai adalah gerakan mengguling ke depan beberapa kali, latihan smash tenis meja gengan bantuan alat pelempar dll.



















3        PENUTUP
Kesimpulan
      Penelitian dalam belajar motorik adalah suatu upaya untuk mengetahui perkembangan gerak anak dari hasil belajar gerak anak dan untuk meningkatkan motorik yang di miliki anak. Belajar motorik sangat penting untuk anak dalam berkembang. Dari penelitian gerak anak maka dapat di simpulkan bahwa anak mempunyai rangkaian untuk melakukan gerakan. Untuk melakukan 1 gerakan saja itu juga melalui proses dalam otak dan sistem motorik yang ada,misal:melakukan servis bulutangkis, anak juga perlu pemahaman,latihan,hingga bisa melakukannya dengan baik. Tapi tidak sama dengan gerak dasar anak yang sudah mereka miliki sejak lahir,seperti:lokomotor,nonlokomotor,manipulasi dan ada juga gerak refleks






















DAFTAR RUJUKAN

M.E Winarno,1994,BELAJAR MOTORIK
Dr. Asim, M.Pd,2001,PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MOTORIK
John W.Santrock,2011,MASA PERKEMBANGAN ANAK.
Dr. Rusli Lutan,1988,BELAJAR KETERAMPILAN MOTORIK PENGANTAR TEORI DAN METODE.
Drs. Syahrial Bahtiar,M.Pd,,BELAJAR MOTORIK